PEKANBARU – Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kembali menggelar rangkaian sidang seminar hasil penelitian tesis bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi mahasiswa sebelum melangkah ke tahap ujian munaqasah.
Seminar hasil ini merupakan forum akademik resmi di mana mahasiswa memaparkan temuan penelitian, metodologi yang digunakan, serta kontribusi riset terhadap dunia pendidikan bahasa Inggris. Fokus utama dalam sidang kali ini mencakup berbagai isu strategis, mulai dari integrasi teknologi dalam pembelajaran (EFL), analisis linguistik, hingga penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum bahasa Inggris.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan teman sejawat Program Magister TBI. Bertindak sebagai penguji adalah para pakar pendidikan dan ahli bahasa dari internal UIN Suska Riau. Kehadiran dosen pembimbing dan penguji tidak hanya untuk mengevaluasi, tetapi juga memberikan validasi ilmiah terhadap karya tulis yang disusun oleh mahasiswa.

Dalam setiap sesinya, mahasiswa berhadapan langsung dengan panel yang terdiri dari 4 orang penguji ahli. Kehadiran empat penguji ini dirancang untuk memberikan tinjauan yang komprehensif dari berbagai sudut pandang:
-
Ketua / Penguji I : Fokus pada membuka sidang, bertanggung jawab mengatur dan mengawasi jalannya acara seminar sesuai jadwal dan aturan yang berlaku dan mengumumkan hasil seminar (lulus, revisi, atau ditunda) kepada mahasiswa.
- Sekretaris / Penguji II : Menyiapkan dokumen seminar, seperti formulir penilaian, berita acara, daftar hadir penguji, dan formulir saran perbaikan/revisi.
-
Penguji III : Fokus pada penguatan metodologi, struktur bahasa, serta teknis penulisan karya ilmiah. Kolaborasi keempat penguji ini memastikan tesis yang dihasilkan memiliki kredibilitas tinggi.
- Penguji IV : Mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman mahasiswa terhadap topik penelitian, landasan teori, dan metode yang digunakan. Penguji mungkin memiliki fokus yang sedikit berbeda; misalnya, satu penguji fokus pada aspek kontekstual/teori, sementara yang lain pada detail teknis penulisan atau hasil.

Penggunaan panel 4 penguji bertujuan untuk menjamin objektivitas dan ketajaman analisis. Hal ini dilakukan agar setiap celah dalam penelitian dapat terdeteksi lebih awal sebelum mahasiswa melangkah ke Ujian Munaqasah. Dengan masukan dari empat perspektif berbeda, kualitas lulusan Magister TBI diharapkan mampu bersaing di kancah internasional.
Rangkaian sidang berlangsung secara khidmat di Gedung Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru. Suasana ruang sidang didesain sedemikian rupa untuk mendukung terciptanya dialektika intelektual yang kondusif antara mahasiswa dan dewan penguji.
Sidang dilaksanakan secara maraton sesuai dengan jadwal akademik semester berjalan. Setiap sesi sidang berlangsung selama kurang lebih 60 hingga 90 menit, yang mencakup sesi presentasi, tanya jawab kritis, dan pemberian masukan revisi.
Ketua Prodi TBI Pascasarjana Dr. Bukhori, S.Pd.I., M.Pd. menegaskan bahwa seminar hasil ini bertujuan untuk memastikan bahwa tesis yang dihasilkan mahasiswa memenuhi standar kualitas publikasi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melatih mentalitas akademik mahasiswa dalam mempertahankan argumen yang berbasis pada data lapangan yang akurat.
Proses sidang diawali dengan pemaparan poin-poin penting penelitian oleh mahasiswa menggunakan media presentasi yang interaktif. Setelah itu, dewan penguji melontarkan pertanyaan tajam terkait orisinalitas riset dan keterkaitan teori dengan hasil temuan. Suasana diskusi berlangsung dinamis; mahasiswa dituntut mampu menjawab kritik dengan logis serta menerima saran konstruktif untuk penyempurnaan karya mereka.


